|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Menjadi Pemburu Tuhan (God Chaser)

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum taurat.” (Ulangan 29:29).
Ayat ini mengungkap dengan jelas, hal-hal yang tersembunyi adalah bagi Tuhan. Tetapi hal-hal yang dinyatakan atau disampaikan oleh Allah, itu menjadi milik kita, bahkan juga bagi keturunan (anak-anak) kita. Mengapa Tuhan senang membagikan rencana-Nya? Mengapa Ia memberitahu apa yang menjadi kehendak-Nya? Itu agar kita hidup di dalam ketaatan melakukan segala firman-Nya (perkataan-Nya)!
Tuhan membuka rahasia-Nya bisa melalui kotbah, penglihatan, mimpi, suara roh (audible voice), atau apa saja, sampai hal itu terungkap/terbuka dalam roh kita. Dan pada waktu rahasia itu dibukakan, itu tidak lagi menjadi milik Tuhan melainkan kita. Itu sebabnya, seorang God Chaser, orang yang suka mengejar Tuhan, akan sering diberitahu apa yang menjadi rahasia-Nya. Sekali kita memperoleh kebenaran dari Allah, maka anak-anak kita akan menerima kebenaran yang sama. Ketika seorang bapa rohani mewarisi rahasia dan kebaikan dari Allah, maka anak-anak rohaninya pun akan mewarisinya. Kebenaran ini sekiranya menyadarkan kita untuk mulai serius dengan Tuhan. Kita harus antusias dan fokus saat menghadap hadirat-Nya.
Mengapa kita perlu menjadi God Chaser?
Yesaya 55:6 katakan, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; dan berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Itu sebabnya, belajarlah mengejar Tuhan. Be a God chaser! Ketika kita menjadi jemaat yang suka mengejar Tuhan, maka Tuhan berkenan membuka kehendak-kehendak-Nya kepada kita. Sebaliknya, orang yang tidak pernah berhasrat mengejar Tuhan, tidak akan mendapatkan apa-apa!
Ingat Saudara, bulan-bulan ini adalah bulan pencurahan Roh Kudus. Baiklah setiap kita bergaul lebih dalam lagi dan erat dengan Roh Kudus. Sebab, Tuhan menganugerahkan Roh-Nya kepada kita agar Ia dapat membimbing kita di dalam menjalani hidup ini. 1 Korintus 2: 9-10, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di hati manusia: semua disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakan oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”
Apa maksud ayat ini? Maksudnya, Roh Kudus akan menyelidiki hal-hal yang tersembunyi, yang menjadi miliknya Tuhan. Namun saat Roh Kudus membuka dan memberitahukannya kepada kita, maka rahasia itu menjadi kepunyaan kita. Jadi, segala persoalan yang kita alami sebetulnya jawabannya sudah tersedia di dalam Tuhan. Hanya saja, kita harus mengejar Tuhan, agar apa saja yang tersembunyi di dalam diri Allah, dibukakan oleh Roh Kudus kepada kita. Begitu Allah berkenan merilis pesan-Nya, rencana-Nya dan kehendak-Nya pada kita, bisa dipastikan hidup kita akan berhasil! Sebab, setiap firman yang keluar dari mulut Allah tidak akan pernah kembali sia-sia. Sebaliknya, firman itu akan melaksanakan seperti apa yang dihendaki-Nya! (Yes 55:11).
Tahun 2005, ketika Pdt. Jonathan Wiryohadi sedang berada di Tanah Perjanjian, dan membahas Yehezkiel 47, Tuhan tiba-tiba berkata kepada beliau agar mulai membangun satu gereja di setiap bulannya. Pulang dari Tanah Perjanjian, Pak Wiryo lantas membagikan visi tersebut kepada jemaat. Secara logika manusia, ini tentu perihal yang sangat sulit. Malah tidak sedikit yang berkomentar, mana mungkin itu terjadi? Namun terbukti, setiap firman yang keluar dari mulut Allah pasti terlaksana! Di tahun 2006, 12 gereja pun telah berdiri! Itu berarti, setiap bulan ada satu gereja yang dibangun! Janji Tuhan benar-benar digenapi!
Perhatikan baik, sekalipun apa yang disampaikan-Nya merupakan perkara sulit dan sepertinya tidak mungkin, namun bila itu berasal dari isi hati-Nya, maka firman itu sendiri akan mengerjakannya bagi kita hingga berhasil. Sebaliknya, selama firman belum keluar dari mulut Tuhan, jangan kita coba-coba mengerjakannya! Bisa dipastikan kita akan mengalami sengsara!
Dibukakan Lewat Gembala
Dalam 2 Raja 6:8-23 diceritakan tentara Aram yang hendak berperang melawan Nabi Elisa. Lalu saat Gehazi bangun pagi-pagi dan pergi keluar, ia melihat pasukan tentara berkuda mengelilingi kota itu. Ia pun berkata, “Celaka tuanku! Apa yang akan kita perbuat?” Tetapi Elisa berkata, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (ayat 16). Lalu Elisa pun berdoa agar Tuhan berkenan membukakan rahasia-Nya, dan seketika itu juga terbukalah mata Gehazi. Sehingga ia dapat melihat apa yang Elisa lihat! Dan ketika Gehazi melihat rahasia yang dibukakan Tuhan kepada Elisa, hatinya lantas menjadi tenang. Apa yang dilakukan Elisa sebagai bapa rohani? Ia tidak membiarkan Gehazi ada dalam kesulitan!
Kalau kita belum bisa mempercayai sesuatu, dan kita mendengar rahasia yang dibagikan oleh gembala kita, bukalah hati kita dan terimalah itu. Maka rahasia yang dibukakan oleh gembala kita otomatis akan menjadi rahasia yang terbuka bagi kita dan menjadi milik kita. Tangkap rahasia itu sampai kita menerima pengertian. Kemudian catat dan lakukan, hingga kebenaran yang kita terima memerdekakan kehidupan kita (Yoh 8:32). Dengan demikian, kita bisa tetap enjoy sekalipun berbagai tantangan atau persoalan datang silih berganti dalam hidup kita!
Tuhan yang berpikir, bukan kita!
Suatu hari Tuhan berjalan-jalan bersama Abraham. Lalu Ia ingin menghancurkan kota Sodom dan Gomora. Namun ketika Ia mau menghancurkan kota itu, Kejadian 18:17 mencatat, “Berpikirlah Tuhan, apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?.” Ini ayat yang luar biasa!
“Berpikirlah Tuhan”, itu artinya bila ada peristiwa buruk yang akan terjadi dalam hidup kita, seharusnya yang berpikir adalah Tuhan. Kalau bisnis kita mengalami kebangkrutan, siapa yang harusnya berpikir? Kalau ada kesulitan menimpa hidup kita, siapa yang seharusnya berpikir? Kalau ada masalah berat yang membayangi kita, siapa yang seharusnya berpikir? Seorang God chaser- orang yang mengejar Tuhan dan senang berada di hadirat-Nya- akan membiarkan Tuhan yang berpikir baginya! Tapi sayangnya, justru kita yang banyak berpikir untuk masalah dan persoalan hidup kita sehingga kita gampang stres.
Camkan, saat kita membiarkan Tuhan yang berpikir untuk kita, maka Ia akan menolong dan mencukupi segala keperluan kita. Sewaktu kita mempercayai Dia dan menangkap isi hati-Nya, maka dari Sorga Tuhan akan berpikir keras bagaimana melepaskan kita dari masalah. Ia akan berpikir keras bagaimana memberkati kita. Ia akan berpikir keras bagaimana membuat mujizat-Nya dalam kehidupan kita. Benar, itulah yang akan Allah lakukan bagi orang yang senang mengejar Dia!
Kej 13:14-17 menuliskan, suatu hari terjadi perselisihan antara Abraham dan Lot. Lalu Abraham memberi kebebasan untuk Lot memilih daerah yang diinginkan hatinya. Harusnya Lot selamat andai ia membiarkan Abraham memilih lebih dulu karena Abraham adalah seorang yang mengerti kehendak Tuhan. Tetapi Lot justru melakukan hal yang bodoh. Ayat 10 mencatat, “Lalu Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti taman Mesir, sampai Zoar…”. Di sini bisa terlihat bahwa Lot memiliki 'penglihatan' yang kacau. Ketika Lot memilih Sodom dan Gomora dan berani memisahkan diri dari Abraham, Tuhan justru mencurahkan janji berkat-Nya atas Abraham (ayat 14-15).
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kejadian ini? Selama kita menjadi God Chaser hidup kita akan terberkati. Berkat bukan bicara soal tempat, tetapi hidup kita, hidup yang berkenan dan mengetahui rahasia Tuhan. Ketika kita diperintahkan Tuhan untuk pergi ke suatu tempat- ke tempat yang tandus sekalipun- kerjakan! Tuhan akan membuat kita berhasil! Sebaliknya, sekalipun tempat yang kita tuju hijau bak taman Eden, namun jika itu bukan kehendak-Nya, maka kesengsaraanlah yang akan datang menimpa kita!
Mulai hari ini, kejarlah Tuhan! Semakin kita mengejar Tuhan, kita akan melihat semakin banyak rencana dan mujizat Tuhan yang digenapi di dalam kehidupan kita.
- Share - Di Facebook Anda (Your Friend Maybe Needed it)
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
File MP3 Bisa didengarkan / Di download jika tersedia Klik disini






