![]()
Pria yang dikenal banyak orang dengan pribadinya yang tenang, penuh dengan figur "Bapa" serta tutur katanya yang lembut dan banyak memakai kata "Tolong" ini, adalah Bp. Djuhardi Hardja, Ia lahir kota Tangerang pada tanggal 20 Mei 1963.
Bp. Djuhardi Hardja Lahir dari sebuah keluarga besar dan memiliki banyak anak , hal ini menjadikan Bp. Djuhardi Hardja seorang yang penuh perjuangan dan kerja keras sejak masa kecilnya.
Perjalanan hidupnya sungguhlah menarik, ia besar dengan memegang prinsip "Biarlah kita sekarang Susah, asal nanti kita Sukses; Setiap Sukses yang kita raih bersama Tuhan akan melahirkan sukses yang lain. Jikapun kita mengalami kegagalan, Belajarlah dari kegagalan itu"
Pria yang menyelesaikan S1 Akuntansi ini sering bergurau dan tidak malu mengakui dirinya adalah orang Cina Benteng - sebuah julukan masyarakat kepada warga negara keturunan chinese diwilayah kota tangerang dan sekitarnya, yang banyak dipandang negatif oleh kebanyakan orang.
Bp Djuhardi adalah seorang penggemar baca dengan koleksi banyak buku-buku dirumahnya, Menu makanan favoritnya adalah Gado-Gado; minumnya adalah Jus dan Teh hangat. Ia begitu sederhana dan menyenangkan; tampaknya sulit mencari orang yang tidak segera merasa nyaman didekatnya.
Pada tahun 1987 Tuhan mempertemukannya dengan pasangan hidupnya : Trisnawaty, gadis cantik , ramah dan penuh pengertian ini lahir dan besar di kota yang sama dengan Bp Djuhardi Hardja.
4 tahun Kemudian merekapun mengikatkan diri dalam pernikahan yang kudus pada tanggal 24 Nopember 1991.
Pasangan Keluarga Harmonis dan penuh sukacita dalam menghadapi setiap tantangan hidup ini; sudah dikaruniai dua orang putra, yang pintar & gagah; Chris Trihardy (17-Thn) dan Rafael Trihardy (15-Thn).
"Pak Dju", seperti banyak jemaat dan pengerja gereja memanggilnya, bersama dengan keluarga tercinta sejak tahun 2004 sampai saat ini terus berkarya mendampingi Pdt Yonathan Wiryohadi sebagai wakil gembala dan elder.
Meskipun sibuk dalam Pekerjaannya sehari-hari di dunia Kerja; Ia tetap memiliki komitmen yang tinggi dalam pelayanannya dengan memberikan hidupnya sebagai pengkhotbah, memberikan konseling, melakukan pemberkatan nikah, baptisan, Menjembatani Komunikasi dan membantu cabang-cabang Gereja WTC Families, sebagai penasehat Dept Sekolah Minggu, Carecell (Komsel), Dept. Pelayanan Jemaat dll.
Ia lakukan Semuanya itu karena Ia sangat mengasihi Tuhan; Itu semua didedikasikan nya untuk kemuliaan Nama Tuhan Semata.


