
Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi lahir pada 31 Januari 1963 di Pati, Jawa Tengah. Ia menamatkan studi Strata 1 (S1) dalam program Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada 1985. Semasa kuliah, dia aktif dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB. Setamat dari IPB, dia meniti karier fungsional dan struktural di PT Gandumas Kencana dan PT Seelindo Sejahtera pada periode 1986 – 1998.
Pada 1998, Tuhan menetapkan panggilan kepadanya, dan sejak saat itu dia menjadi fulltimer di GBI Modernland, Tangerang. Bersama istri tercinta, Ir. Swissa Flora, dan putri kesayangannya, Eunike Reviane Wiryohadi, Ir. Yonathan Wiryohadi berkomitmen untuk melayani Tuhan sesuai dengan panggilan dan talenta yang sudah Tuhan berikan. Pada medio 1997-2003, dia diutus untuk menggembalakan GBI Bethany BSD. Karena kemurahan-Nya, jemaat bertumbuh dari 100 jiwa menjadi lebih dari 1.000 jiwa pada akhir periode tersebut.
Selanjutnya, Tuhan memberikan tuntunan agar dia keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah yang berbau harum di hadapan-Nya. Sejak Februari 2004, dia menggembalakan GBI WTC dengan dibantu oleh dua wakil gembala, yakni Pdp. Djuhardi Hardja dan Pdp. dr. Bambang Susanto. Tuhan memberikan visi agar setiap orang yang ditaruh Tuhan dalam gereja-Nya bisa menjadikan jemaat yang kudus, dewasa, dan mengalami terobosan. Jika demikian, mereka bisa mengubah komunitas (Transform the communities), mempengaruhi kota (Influence the cities), dan berdampak pada bangsa (Impact the nation).
Sampai dengan Tahun 2011: Lebih dari 8.000 jiwa dan +/- 20 family churches dipercayakan Tuhan untuk mendapatkan visi dan tuntutan menuju gereja yang profetik dan apostolik. Sejak 2006, Tuhan memberikan tuntunan kepadanya agar setiap jemaat disiapkan untuk menjadi berkat bagi komunitas, lingkungan, dan kota. Untuk bisa mengubah komunitas dan kota, setiap jemaat diperlengkapi di dalam gereja, untuk selanjutnya mereka bertindak keluar guna menduduki tujuh pilar yang ada di wilayah kota, yakni (1) Pilar Spiritual dan Sosial; (2) Pilar Keluarga; (3) Pilar Bisnis; (4) Pilar Pendidikan; (5) Pilar Pemerintahan dan Politik; (6) Pilar Seni dan Entertainment; (7) Pilar Media (Media).
Esensi dari tindakan keluar untuk menduduki ketujuh pilar tersebut ialah membentuk pribadi demi pribadi di dalam wadah GBI WTC sebagai Kingdom Driven Church. Dalam konteks di luar terminologi gedung gereja, Kingdom Driven Church adalah pribadi yang menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah (kasih, kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kekudusan) dalam setiap aspek kehidupan sehingga nama Tuhan dipermuliakan dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan di pilar masing-masing.


