|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Kingdom Family 10 : Great Marriage
Setiap kita tentunya menginginkan kehidupan pernikahan yang kokoh, bahagia, dan seluruh anggota keluarga bisa memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya masing-masing. Dalam istilah asing pernikahan yang demikian disebut dengan Great Marriage. Namun pada keseharian, tak jarang kita menemukan keluarga yang kelihatannya begitu bahagia, namun ketika diperhadapkan dengan persoalan rumah tangga, keluarga itu langsung lemah dan hancur. Di sisi lain, ada keluarga yang terlihat kokoh tetapi tidak bahagia, lantaran anggota keluarga yang ada di dalamnya tidak dapat memaksimalkan potensi hidupnya. Satu hal yang harus kita pahami, Tuhan mempunyai rencana dalam setiap kehidupan pernikahan. Tantangan dan problema yang Tuhan ijinkan hadir, itu berguna untuk mencapai destiny yang telah Tuhan siapkan bagi kehidupan pernikahan kita. Ia menyediakan pernikahan yang kokoh dan bahagia buat kita. Lantas, bagaimana cara membangun great marriage seperti yang Tuhan inginkan? Ada tiga hal yang wajib kita lakukan: Pertama: Mengetahui dan merayakan kekuatan pasangan. 1 Korintus 12:31 mengatakan, “Berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama, Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.” Kita harus mengenali potensi dan karunia yang utama dari pasangan kita. Potensi atau kemampuan apa saja yang perlu kita ketahui? Siapa yang pandai mengatur keuangan. Suami ataukah istri? Jika istri lebih pandai mengatur keuangan, misalnya mampu mencatat setiap pengeluaran dan membuat laporan keuangan secara rinci, suami harus mengakui dan merilis kekuatan itu. Lalu memberi kepercayaan sepenuhnya bagi istri untuk menjadi bendahara rumah tangga. Demikian sebaliknya.Siapa yang terbaik sebagai komunikator. Suami atau istrikah yang lebih mampu berperan sebagai komunikator yang baik dalam keluarga, yang bisa menjembatani komunikasi antar keluarga ketika terjadi konflik, atau mencairkan suasana di dalam keluarga. Siapa yang terbaik dalam mendesain rumah. Suami ataukah istri? Jika suami lebih jago dalam hal mendesain rumah, berikan kepercayaan pada suami untuk mendekor atau merenovasi rumah agar terlihat indah. Siapa yang memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Umumnya suamilah yang berperan menncari nafkah dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tetapi jika saat ini istri lebih mempunyai kemampuan untuk itu, tidak ada salahnya. Asalkan, istri tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan bahwa suami adalah kepala/pemimpin dari rumah tangga. Setelah kita mengetahui potensi dari pasangan kita, hal yang harus kita lakukan selanjutnya adalah mengakuinya, kemudian merayakannya bersama-sama. Perhatikanlah baut dan mur. Bukankah masing-masing memiliki lubang yang berbeda? Namun karena perbedaan itu mereka bisa disatukan dan menjadi kuat? Demikianlah kehidupan pernikahan. Baik suami atau istri mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, justru di dalam kelebihan dan kekurangan itulah, suami dan istri bisa saling melengkapi dan membangun kekuatan bersama, sehingga tercipta kehidupan pernikahan yang kuat. Apapun masalah yang datang, keluarga itu akan tetap kokoh berdiri. Camkan, jangan pernah bersaing dengan pasangan Anda! Itu hanya akan membuang banyak energi. Tuhan menempatkan pasangan Anda di samping Anda bukan untuk bersaing (to compete), melainkan untuk saling melengkapi (to complete). Memang tidak mudah. Karena itu, kenakanlah kasih sebagai pondasi pernikahan Anda. Ketika Anda menemukan kelebihan pasangan Anda, mengakuinya, lalu saling melengkapi dan merayakannya bersama-sama, maka berkat Allah yang luar bisa akan mengalir dalam kehidupan pernikahan Anda. Kedua: Mengerjakan dan menghadapi bersama masalah yang sulit. Apa yang harus saya kerjakan ketika menghadapi masalah-masalah yang sulit dalam keluarga saya? Roma 12:12 ,”Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” Kadang tanpa diundang masalah bisa datang menghampiri biduk rumah tangga kita. Contohnya, sepasang suami istri sedang menanti-nantikan kehadiran buah hati setelah sekian tahun menikah. Lalu sang suami menempuh jalan pintas dengan mencari WIL (wanita idaman lain) supaya mendapatkan keturunan! Ini jelas bukan solusi, tapi cari masalah! Yang harusnya dilakukan adalah langkah-langkah sebagai berikut: -Mendiskusikan persoalan atau kesulitan yang sedang dihadapi. Jangan pernah lari dari masalah/kenyataan!-Cari jalan keluar bersama-sama. -Bersama-sama membangun doa. Ini adalah lem perekat. Banyak persoalan yang sepertinya membentur tembok dapat ditembus ketika suami dan istri bersatu hati dalam doa.-Suami dan istri harus menjadi tim yang solid untuk menyelesaikan masalah bersama dan meraih kemenangan. Setiap persoalan yang menindih kehidupan pernikahan kita, sanggup kita singkirkan ketika kita dan pasangan bersatu membangun kekuatan. Ketiga: Menjaga hati dengan segala kewaspadaan (Amsal 4:23). Ingat baik-baik, kita lebih dulu yang harus mejaga hati, bukan orang lain. -1 Korintus 3:9-10, Tuhan akan menggunakan api (dapur perapian) untuk menguji kualitas pernikahan dan kehidupan kita.-Kejadian 2: 18-24, Tuhan memberikan kita seorang penolong (pasangan) agar kita menjadi lebih baik. Ia hendak menjadikan kita seperti apa yang Ia inginkan lewat penolong yang ia tempatkan di sisi kita. Tanpa penolong tidak akan pernah menjadi maksimal. Penolong kita adalah ‘pahat’ yang Tuhan pakai untuk memahat bagian-bagian yang tidak baik dan buruk dari hidup kita. Sampai seluruh potensi yang ada di dalam diri kita keluar dan karya yang indah dinyatakan-Nya bagi kita.-Efesus 4:26 mengingatkan, “… janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Marah adalah negative emotion yang harus segera kita tangani. Karena jika kita dikuasai oleh amarah, maka itu akan mempengaruhi kesehatan hati kita juga pasangan. Dan ketika kesulitan muncul, bukan potensi atau kekuatan kita yang keluar, tetapi justru ekpresi kemarahan. Karena itu, jagalah hati kita! Dan saat kemarahan atau emosi negatif datang, berlarilah kepada Kristus. Salib-Nya lebih dari cukup untuk menghapus kemarahan kita, dan menjadikan kita putih layaknya salju.
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.






