|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Peperangan Di Sidon - Asia
Tuntunan Tuhan sewaktu Gembala dan seluruh rombongan berada di Turki, Patmos, dan Tanah Perjanjian Israel - Okt 2011.Sebelumnya sudah dibahas, mengapa Elia harus memasuki Sidon, yaitu agar ia melakukan peperangan rohani di Sidon. Sidon adalah pusat tempat Izebel beserta orang tuanya Et baal tinggal. Di sanalah Baal dan Asitoret disembah. Dua roh itulah (Baal dan Asitoret) yang dihancurkan Elia ketika ia memasuki Sidon selama tiga tahun. Barulah hujan deras turun di Israel dan pertobatan besar terjadiSaat memasuki tanah perjanjian, Tuhan bicara hal yang serupa, bahwa Efesus adalah Sidon bagi Asia. Apakah benar Efesus itu “Sidon” bagi Asia? Kisah Rasul 19 mengisahkan, ada huru- hara yang sedang terjadi di Efesus. Apa sebabnya? Pada waktu Yohanes berdoa dan melakukan peperangan rohani di Efesus, salah satu dewi sesembahan orang Efesus bernama Artemis dihancurkan. Dilanjutkan oleh Paulus, hingga akhirnya seluruh Turki dan Pulau Patmos mengenal Tuhan.Kisah Rasul 19: 26-27 mencatat, “Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. Dengan jalan demikian, bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.”Jadi, pada waktu Rasul Paulus dan Rasul Yohanes berdoa dan mengadakan peperangan rohani, Efesus merupakan pusat kuasa gelap di Asia. Dengan kata lain, Efesus adalah “Sidon” bagi Asia karena Dewi Artemis dipuja dan disembah di seluruh wilayah itu. Apa yang terjadi ketika Rasul Paulus dan Rasul Yohanes taat melakukan perintah Tuhan dengan melakukan peperangan rohani melawan Dewi Artemis? Asia segera dilawat Tuhan dan terbuka bagi injil! Kisah Rasul 19:10 mencatat, selama dua tahun penduduk Asia, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, mendengar firman Tuhan!Apa relevansi kisah Paulus di Efesus dengan kita hari ini? Pdt. David Yonggi Chopada masa memulai pelayanannya di Korea tahun 50'an, menyaksikan begitu banyak orang yang mati, miskin dan kelaparan di Korea. Di masa itu jumlah orang Kristen hanya mencapai 0,8 persen! Namun Pdt. Yonggi Cho tetap memperkatakan iman dan mengadakan peperangan rohani yang besar bagi Korea. Ia berdoa supaya Korea dilawat Tuhan, ia berdoa agar roh kemiskinan dihancurkan, dan setiap hari ia memperkatakan berkat bagi jemaat juga bangsanya. Dan itu ia lakukan selama bertahun-tahun. Apa yang terjadi sekarang? 70 persen masyarkat Korea mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat! Jika Korea bisa dilawat Tuhan dan terjadi revival besar, mungkinkah pertobatan besar terjadi di Banten? Bisakah kekristenan menjadi mayoritas di Banten? Dapatkah orang banyak bertobat dan mengenal Yesus ? Kita harus percaya itu bisa terjadi! Sekalipun hari ini mata jasmani kita belum menyaksikannya, tetapi dengan mata rohani kita bisa meyakini bahwa Sidon (baca: Banten) akan dilawat Tuhan. Ia akan mengerjakan revival di Banten, sehingga banyak orang bertobat dan mengenal Kristus. Tidak ada perkara yang mustahil selama kita aktif dan taat mengikuti perintah Tuhan! Selama kita banyak berdoa dan berlutut di hadapan Tuhan, yang sukar menjadi mudah, yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebab Tuhan yang melakukannya bagi kita!Apa hasil dari kita melakukan peperangan rohani?Peperangan rohani tidak hanya membuat atmosfir rohani terbuka, tidak hanya membuat injil terbuka sehingga berita injil bisa disampaikan, lalu Tuhan membuat breakthroughdemi breakthroughdi tempat itu, tetapi juga:Yesaya 45:3 menulis, “Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, …” Artinya, Tuhan akan memberikan yang tersembunyi dari dunia kegelapan. Sebentar lagi kita akan melihat apa yang Tuhan janjikan ini akan jadi kenyataan.Mengambil jarahan (1 Tawarikh 20:1-10). Dikatakan, ada waktunya (timing) raja-raja untuk perang. Raja yang mau berperang akan memperluas daerahnya dan memperoleh jarahan yang besar. Sedangkan raja yang tidak ikut berperang akan tergusur, wilayah dan kekayaannya akan berkurang. Jadi, saat kita melakukan peperangan rohani, maka kita akan memperoleh jarahan yang besar! Ingat, hanya orang yang ikut dalam peperangan dialah yang berhak menerima jarahan. Karena itu, saat Tuhan menginstruksikan untuk berperang, ikutlah berperang!Pada saat di John Basicilia. Yohanes dibuang ke Patmos selama 18 bulan. Di Patmos Yohanes tinggal di pegunungan yang sangat tinggi. Di tempat itu dahulu berdiri kuil Dewi Artemis. Namun 100 tahun setelah Yohanes meninggal, kuil Artemis itu diruntuhkan dan dirubah menjadi gereja yang diberi nama John Basicilia. Lewat fakta yang diperlihatkan ini, di dalam roh Tuhan berbicara kepada Pdt. Wiryohadi demikian: “Di tempat ini, seperti apa yang dilakukan oleh gereja mula-mula, merobohkan dan membongkar semua kuil dewa-dewa dari dunia kegelapan diambil untuk ke rumah Tuhan, Aku menaruh kepadamu kuasa dan pengurapan untuk membalikkan keadaan, apa yang dipakai oleh dunia kegelapan akan dikembalikan pada gereja Tuhan.” Apa yang dicuri oleh kuasa kegelapan harus dikembalikan lagi kepada rumah Tuhan! Gereja/Rumah Tuhan membicara tentang kita, Anda, dan saudara! Kita harus menyakini janji keempat yang Tuhan berikan bagi kita sebentar lagi akan tergenapi! Pada saat di Istambul, Tuhan membawa Gembala dan rombongan memasuki istana Otoman, raja Turki yang masuk pada abad 16. Di istana itu, terdapat begitu banyak emas dan berlian yang dulunya dipakai raja-raja di jaman itu (diamond 5-86 karat). Tuhan sedang memperlihatkan tempat perbendaharaan atau kekayaan dari raja-raja Turki. Ia tidak hanya memperlihatkan secara mata rohani, tetapi mata jasmani! Sebagaimana Tuhan memperlihatkan pada Abraham keturunanya akan seperti bintang-bintang di langit dan akhirnya menjadi kenyataan, kita pun harus mempercayai bahwa Tuhan akan menggenapi bagi kita janji-Nya yang keempat , yaitu kelimpahan dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang. Di tempat ini, Tuhan juga menyatakan tuntunannya agar GBI WTC membangun International Mission Departementdan mengutus misionaris ke Turki. Doakan agar visi dari Tuhan ini bisa segera terlaksana dan tersedia orang-orang yang mau diutus. Disarikan : Ida Rora Huts
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.






