|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Tuntunan Tuhan Israel Part II
Peperangan di Sidon – AsiaEfesus dulunya merupakan gereja yang mengalami kejayaan. Di sanalah pusat penginjilan, perdagangan dan peradaban seluruh Asia. Gereja itu membangun kota dan ketujuh pilar. Gereja itu sangat kuat, bahkan meng-influence kota juga bangsa (-bangsa). Namun pertanyaannya, mengapa gereja yang awalnya begitu excited dan luar biasa, bisa lenyap begitu saja? Mengapa dalam waktu singkat kita tak lagi bisa melihat jejak dari gereja Efesus (dan juga gereja-gereja lainnya) di Asia? Mengapa ke tujuh gereja di Asia itu kini mati dan tidak terlihat lagi pergerakannya? Ada tiga alasan mengapa Gereja Efesus (juga gereja lainnya) di Asia mengalami “kematian”: #1. Karena mereka tidak mendengar suara dan tuntunan Tuhan (Wahyu 2: 1-7).Tuhan berulang kali mengucapkan, “Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar….” Mengapa Yesus mengulang ucapan ini pada ketujuh jemaat? Ini menunjukkan, sekalipun mereka bertelinga, tapi tidak mendengar suara Tuhan. Kenapa mereka tidak bisa mendengar suara-Nya? Padahal Mazmur 29:3-10 menggambarkan, bahwa suara Tuhan mengguntur dan penuh kekuatan, sampai-sampai sanggup mematahkan dan menumbangkan pohon aras. Mereka tak mendengar, karena mereka tidak mau memperhatikan! Sehingga mereka “miss” dan tidak mengikuti tuntunan Tuhan. Apa yang hari-hari ini harus kita dengar? Mulai sejak April, Tuhan berbicara hujan akan turun. Tuhan akan curahkan hujan perjumpaan dengan Tuhan, hujan berkat, hujan hikmat, dan hujan mujizat. Agar hujan benar-benar terjadi, Tuhan meminta kita melangkah memasuki Sidon untuk melakukan peperangan terhadap kuasa-kuasa setan. Jika kita menanggapi isi hati Tuhan dan percaya, roh kita akan berkobar-kobar. Saat menghadiri Empower 21, Sandy Jacobs, seorang nabi Tuhan berkata bahwa Tuhan sedang mengawinkan hujan awal dan hujan akhir. Mengawinkan artinya, Tuhan sedang membuat hujan awal dan hujan akhir bersamaan. Hujan awal bicara tentang masa pencangkulan/penanaman, sedangkan hujan akhir bicara tentang tuaian. Itu berarti kita akan menyaksikan pembajak dan penuai bertemu bersama-sama. Kalau ini terjadi, kita akan melihat penuaian jiwa besar-besaran di bangsa ini! Bangsa Indonesia akan dilawat Tuhan! Akan terjadi revival besar di Indonesia! Oleh karena itu, bersiaplah menyambut tuaian! Mari gereja Tuhan, dengarkan suara-Nya! Pekalah saat Ia berbicara pada kita! Gereja harus mengambil bagian dalam tuaian besar ini! Jika kita bersedia mendengar isi hati Tuhan dan taat melakukan kehendak-Nya, maka Ia akan memberkati hidup kita. Mendengar suara Tuhan adalah kunci, agar saat diberkati, kita bisa tetap selamat sampai pada akhir dari tujuan hidup kita. #2. Karena mereka mengijinkan roh dunia masuk ke dalam gereja-Nya.Ada tujuh roh dunia yang bekerja di dalam gereja Efesus, yang mengakibatkan kematian gereja itu. Kita harus waspadai ketujuh roh ini! Jangan kita biarkan menyelusup, lalu menghancurkan gereja kita! Ketujuh Roh tersebut adalah sbb: Roh Agamawi: Orang datang beribadah ke gereja hanya tubuhnya saja. Tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan atau ingin berjumpa Tuhan. Mereka hanya melakukan kegiatan agamawi dan meninggalkan kasih mereka yang mula-mula (Wahtu 2:4). Jauhkanlah hal yang demikian dari hidup kita! Sebagai umat-Nya, kita harus rindu menjumpai Tuhan lebih dari segalanya! Hanya di dalam hadirat-Nya, roh kita akan terus kuat dan menyala-nyala! Oleh karena itu, tingkatkan intensitas doa kita, sehingga kita mengalami hujan perjumpaan dengan Tuhan. Roh Bileam: Fokus utama mereka beralih dari Tuhan kepada uang (Wahyu 2:14). Ingat, saat kita diberkati Tuhan seharusnya kita tetap mencintai dan mengejar Tuhan. Bukan justru berfokus pada uang atau berkat-Nya! Saat kita diberkati, tetaplah menjadi umat Tuhan yang mau mendengar isi hati-Nya, mengikuti tuntunan-Nya, dan melakukan kehendak-Nya! Roh Balak: Jangan pernah ijinkan roh perjinahan masuk ke dalam gereja (kita). Bila kita ingin melihat pergerakan (movement) dari Tuhan, jaga kekudusan hidup! Khususnya anak-anak muda, berpacaranlah yang kudus! Ingat, tidak ada seorang pun yang kebal dengan roh ini, sekalipun itu pendeta atau hamba Tuhan. Karena itu, ketika godaan ini datang, segeralah lari menjauh! Jangan buka celah sedikitpun! Roh Kemunafikan: Orang yang penampilan luar dan dalamnya berbeda (Wahyu 3:1). Sebagai umat Allah, kita harus menjadi orang yang antara pikiran, perkataan, dan perilakunya sama. Roh Sekularisme: Beragama tetapi tidak menjalankan ibadahnya dan memungkiri kekuatannya. Contohnya di Turki, banyak orang yang beragama, tapi tidak menjalankan ibadahnya. Sekularisme juga melanda orang-orang di Eropa. Mereka menganut paham, tanpa Tuhan mereka bisa hidup. Mereka mulai melecehkan Tuhan! Dengar umat Allah, jangan biarkan roh sekular
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.






