|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Kingdom Family - 11
KINGDOM FAMILY 11 - Perjalanan Keluarga IlahiTuhan ingin membentuk dan membangun keluarga Illahi. Di dalam Alkitab dikatakan, Tuhan mempunyai tujuan ketika Ia menciptakan sebuah lembaga pernikahan. Tujuan-tujuan itu antara lain;Menjadikan kita maket Allah. Efesus 5: 31-32 mengatakan, “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” Jadi, hubungan suami istri merupakan maket antara hubungan Kristus dan gerejanya. Mengapa kita harus menjadi maket? Agar keluarga kita bisa menjadi contoh bagi keluarga-keluarga lain. Kita harus menjadi keluarga yang bahagia dan kokoh, keluarga yang setiap anggotanya mencapai potensi yang maksimal, dan keluarga yang berjalan dalam destinyAllah. Esensinya, orang lain bisa melihat Tuhan di dalam kehidupan rumah tangga kita.Melahirkan keturunan Ilahi. Malekhi 2:15 katakan, “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan Ilahi! Jadi jagalah dirimu!...” Di dalam setiap keluarga terdapat anak-anak rohani. Itu artinya, setiap orang tua harus mendidik anak-anak mereka menjadi manusia yang jauh lebih baik dari dirinya.Mencerminkan kemuliaan Tuhan. Tuhan menciptakan manusia segambar dengan Allah (Kejadian 1:26-27 ). Jadi, setiap manusia itu mencerminkan kemuliaan Tuhan, baik pria maupun wanita. Dan ketika kedua manusia itu (pria dan wanita) masuk ke dalam sebuah pernikahan, maka pernikahan itu menyatakan dan mencerminkan sepenuhnya kemuliaan-Nya.Goalatau target gereja: Keluarga-keluarga Allah mencapai ketiga hal di atas! Kesuksesan atau keberhasilan sebuah keluarga adalah ketika Anda melahirkan satu keturunan Illahi. Keluarga bisa menciptakan keturunan-keturunan yang jauh lebih baik karaternya, jauh lebih baik hubungannya dengan Tuhan, dan jauh lebih hebat dari orang tuanya. Itulah kerinduan Tuhan! “Hari ini bukanlah kemarin. Tetapi hari esok ditentukan hari ini.” Moto ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang kita cita-citakan di suatu hari, harus ditetapkan mulai hari ini. Itu sebabnya, kita semua belajar bagaimana men-set upagar kita mencapai keluarga Ilahi seperti yang Allah inginkan.Allah Merancang Keluarga Ilahi Sejak SemulaFaktanya, Allah merancang keluarga Ilahi sejak semula. Yesaya 46: 9-10 berkata, “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasannya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai dan segala yang Ku-kehendaki akan Kulaksanakan,”Apa yang Ia kerjakan sejak purbakala? Ia telah mempersatukan setiap rumah tangga (Mazmur 127:1). Tuhan turut bekerja menyatukan suami dan istri dari sejak semula. Kalau Tuhan telah bekerja dari sejak dulu, Ia pun ingin menyatakan kerinduan-Nya di masa yang akan datang. Dan kerinduan-Nya di masa mendatang adalah Ia ingin semua keluarga, tanpa terkecuali, mencapai keluarga yang Ilahi. Dan apa yang menjadi kerinduan hati Allah ini pasti akan terlaksana (Yesaya 46:10). Tetapi untuk mencapai keluarga Ilahi, kita harus terlibat di dalamnya (Maz 108:14). Ini bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar! Sebab Allah membutuhkan kerja sama kita untuk menggenapi semua impian dan janji-Nya atas hidup kita.Mewujudkan keluarga Ilahi memang butuh waktu. Tidak bisa dilakukan hanya dalam hitungan hari, minggu, ataupun bulan. Namun selama kita taat melakukan bagian kita, maka kita sedang berjalan menuju terwujudnya keluarga yang Ilahi. Misalnya, taat perpuluhan, ikut dalam CareCell, membangun mezbah keluarga, suami, istri dan anggota keluarga saling mengasihi dan menghargai satu sama lain, dan lainnya.Butuh Iman menuju Keluarga IlahiSeringkali atau terkadang suami atau istri lelah, penat atau bahkan putus asa dengan perjalanan rumah tangganya. Tidak sedikit keluarga Kristen yang merasa tidak punya lagi kekuatan untuk meneruskan perjalanan rumah tangganya. Banyak dari kita yang menyerah di tengah jalan karena merasa lelah dan putus asa. Kenapa itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana, itu lantaran kita tidak menyelaraskan hidup kita dengan firman Tuhan!Ketika kita mengalami keadaan lelah, penat, letih atau hampir putus asa, maka dibutuhkan IMAN. Yah,dibutuhkan Iman untuk menuju keluarga Ilahi! Dan Tuhan memperlengkapi setiap orang percaya, termasuk para suami dan istri, dengan iman. Jadi, ketika kita lelah kita masih punya Iman. Roma 10:17 berkata, “Demikianlah Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus” . Itulah mengapa setiap kali kita ada kesempatan, dengarlah firman Tuhan!Ketika kita memiliki iman, kita belajar percaya. Kita percaya, kita mengaku dan kita bertindak sesuai dengan apa yang kita percayai. (Ibrani 12:1). Separah apapun keletihan kita, selama ada Tuhan yang menolong kita, maka kita akan dimampukan untuk berjalan kembali menuju keluarga yang Ilahi. Namun ingat, Iman bukanlah mengabaikan keadaan, tetapi iman mengalahkan keadaan! Karena itu, apapun yang saat ini menimpa kehidupan keluarga atau rumah tangga kita, jangan menyerah. Bangkitlah dari kelesuan, gunakan iman, dan pegang janji-janji dan firman-Nya, hingga kita bisa berjalan sampai kepada keluarga Ilahi yang Ia rindukan!Peran Suami dan Istri dalam Mewujudkan Keluarga IlahiSeperti awal dikatakan, Tuhan perlu kita untuk mewujudkan keluarga Ilahi. Itu berarti peran dan istri sangat diperlukan. Bagaimana caranya suami dan istri ikut andil? Suami dan istri perlu menyelaraskan/menyesuaikan cara pandangnya dengan cara pandang Tuhan. Bagaimana agar kita bisa menyesuaikan cara pandang kita dengan Tuhan? Tidak ada cara yang paling ampuh selain menaikkan intesitas doa kita! sehingga kita pun bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi! Ketika memakai cara pandang atau kaca mata Allah, maka kita akan lebih bijak dalam menghadapi persoalan ataupun masalah yang terjadi dalam perjalanan kita menuju keluarga yang Ilahi. Kita akan berpikir dan bertindak selaras dengan firman Tuhan. Kita akan melihat suami atau istri kita dengan cara yang berbeda. Perjalanan kita pun akan terasa lebih menyenangkan dan hidup rumah tangga kita akan mengalami breakthrough!Ada 3 hal penting yang bisa kita lakukan untuk menyesuaikan cara pandang kita dengan Tuhan:Berdoa; Tuhanlah yang menciptakan pasangan kita adalah Tuhan. Jadi ketika kita berdoa, Tuhan akan memberitahu apa yang perlu kita ketahui tentang pasangan kita.Membaca firman Tuhan; setiap anggota keluarga harus diajar dan dilatih untuk membaca firman Tuhan setiap hari agar hidup kita selaras dengan isi hati Tuhan. Baik suami, istri maupun anak-anak. Dengan rajin baca firman, persepsi kita akan diubahkan!Percayalah dan akui setiap perkataan Tuhan. Percayai bahwa suatu hari keluarga Ilahi yang dir
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.






