|
Komputer/Gadget Anda harus mendukung Adobe FlashPlayer Untuk bisa Menjalankan Feature ini
|
|||||
![]() |
Did you miss
|
|
Download OUTLINE-KHOTBAH Klik disini |
![]() |
GBI WTC Serpong |
|
|
|||||
Walking In The Destiny 9
Walking In The Destiny 9 - Posessing My DestinyApakah destiny itu? Destiny ialah jalan hidup yang di –build in (dipersiapkan) dalam hidup kita, dimana kita ikut mengambil bagian dalam membangun kerajaan Allah di muka bumi. Kalau kita terlibat dalam pembangunan kerajaaan Allah dan memenuhi apa yang didisain Tuhan bagi hidup kita, maka kita akan mengalami janji-janji Tuhan, yaitu pemeliharaan secara Ilahi, perlindungan secaraIilahi dan penyediaan secara Ilahi. Karena itu, kejarlah rencana Tuhan dalam hidup kita!Pertanyaannya sekarang, bagaimana meraih destiny hidup kita agar jadi kenyataan? Mari kita belajar dari Ester!Ester 2: 5-7 “ Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel. Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.”Ada empat rahasia meraih dan memiliki destiny yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita :Kita mesti mengenali karunia yang Tuhan berikan dalam diri kita. Ester menyadari betul bahwa ia berbeda dari yang lain. Karena itu, sadari kalau setiap kita diciptakan unik, spesifik dan spesial oleh Tuhan. Karena kita orang yang spesial, berarti kita pun dipersiapkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang spesial. Tak peduli dari mana asal atau latar belakang kita, setiap kita dirancangkan oleh Tuhan untuk pekerjaan-pekerjaan yang spesial dan hebat. Sebab jika tidak, tidak mungkin kita dilahirkan ke muka bumi! Jadi, kalau kita diberi kesempatan hidup, itu artinya Tuhan memilih kita dan Ia punya rencana yang hebat, yang dasyat, dan luar biasa untuk kita kerjakan. Dan pekerjaan hebat atau luar biasa itu tidak bisa dikerjakan oleh orang lain, selain kita. Jadi, Tuhan tidak akan menyuruh kita untuk melakukan seperti yang orang lain kerjakan, jika kita tidak memiliki karunia untuk pekerjaan itu. Karenanya, penting bagi kita mengenali karunia/kelebihan yang Tuhan taruhkan ke dalam diri kita. Dalam Ester 2: 5-7 diperlihatkan bahwa Ester memiliki beberapa kelemahan, antara lain: ia berasal dari kaum minoritas, ia orang buangan (Orang Yahudi yang dibuang ke Babel pada jaman Raja Nebukadnezar berkuasa ), ia yatim piatu, ia berasal dari keluarga miskin, dan ia berada di tengah-tengah orang tidak percaya. Selain itu, Ester pun punya masa lalu yang kelam. Ia harus menyerahkan keperawanannya di dalam ketidakmengertian dan ketidakjelasan. Namun Ester tidak fokus pada kekurangan-kekurangan itu. Justru ia fokus pada karunia/kelebihan yang ada pada dirinya (berperawakan baik/berparas cantik dan sangat pintar). Ia juga tidak membiarkan masa lalu mengontrol jalan hidup dan masa depannya. Jadi, mulai hari ini, lihatlah potensi dan karunia yang ada pada diri kita masing-masing! Jangan terpenjara atau menyalahkan peristiwa buruk/kelam yang pernah terjadi di dalam kehidupan kita. Sebaliknya, yakini bahwa Tuhan yang memegang kendali jalan hidup (destiny) setiap orang. Ia bahkan sanggup mengubah hal yang buruk menjadi kebaikan bagi kita, sebab Ia punya rencana yang besar atas kehidupan kita.Identifikasi kebutuhan-kebutuhan apa yang menggerakan hati kita (kebutuhan yang ada di komunitas, kota bahkan bangsa kita) untuk berbuat sesuatu dengan karunia yang kita miliki. Ingat, Tuhan memberi kita karunia agar kita bisa menjawab kebutuhan/kepentingan orang lain. Bahkan setiap orang ditetapkan hidup pada saat/moment tertentu demi tujuan yang Tuhan telah tetapkan dalam hidupnya. Ester sebelumnya tak menyadari rencana Tuhan. Hingga satu hari, Haman hendak membinasakan seluruh orang Yahudi. Lalu Mordekhai menceritakan hal itu kepada Ester, namun Ester menolak menghadap raja karena ada resikonya. Lalu Mordekhai berkata, “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja,bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” (Ester 4:14). Camkan, pada waktu Anda mempunyai kedudukan, posisi, jabatan dan hidup Anda diberkati, sesungguhnya pada keadaan itu Tuhan punya tujuan agar Anda bisa berbuat sesuatu bagi orang lain, kota juga bangsa Anda! Jangan sia-siakan kesempatan dan rencana Tuhan ini bagi Anda!Mengambil waktu untuk mendengar suara Tuhan. Ester melihat ada kebutuhan yang besar dari kaumnya, sehingga ia mengajak seluruh orang Yahudi yang ada di Pusan untuk berdoa sungguh-sungguh dan berpuasa bersama-sama dengan dia. Ester juga tahu ada resiko besar yang harus ia hadapi demi menolong kaumnya. Tetapi justru karena situasi itu, ia menyediakan waktu secara khusus untuk mendengar suara Tuhan dan meminta petunjuk-Nya (Ester 4:). Pada akhirnya, Ester bangkit berdiri! Ia bergerak menyelamatkan bangsanya dari kebinasaan. Ia bahkan siap menghadapi segala resikonya! Katanya, “… kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” (Ester 4:16). Banyak orang yang ingin menjadi saftey player. Tapi, hari ini mari kita belajar untuk tidak selalu ingin tinggal di zona aman kita. Melainkan, pergilah ke tempat dimana Tuhan memerlukan karunia yang Tuhan taruh pada diri kita. Dan lakukanlah sesuatu untuk menjawab kebutuhan orang-orang di tempat itu dengan karunia tersebut!Membuat komitmen dengan iman.Ester sekalipun tahu ada resiko yang besar menghadang di depannya, namun ia melangkah dengan iman. Ia tidak mau main-main! Sebab tak mungkin kita melangkah tanpa iman. Bahkan tanpa iman, tidak seorang pun berkenan kepada Allah.Pesan Minggu ini: Saudara, hari-hari ini hujan tuain sedang turun atas bangsa kita! Pertobatan beribu-ribu laksa sedang terjadi di tengah-tengah bangsa ini! Itu sebabnya, jangan ada seorang pun yang tinggal diam! Sebaliknya, masing-masing hendaknya mengambil bagian agar kita bisa melihat perkara-perkara besar yang Tuhan sedang kerjakan! Sekalipun dalam penuaian ini ada resiko, namun percayalah selama kita melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan dan mengerjakan keinginan hati-Nya, maka Ia akan menyertai kita dan membuat setiap pekerjaan kita berhasil!
Pemesanan CD Khotbah ini dapat dilakukan via telp di 021 - 53155701 atau melalui Toko Buku Tabgha pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.






